Membesarkan Seorang Anak yang Mencapai dengan Sukacita dan Harga Diri

Membesarkan Seorang Anak yang Mencapai dengan Sukacita dan Harga Diri

Membesarkan anak memang haruslah dilakukan dengan sukacita. Orang tua yang bahagia akan membuat anak juga bahagia. Peran orang tua sangatlah penting dalam mendidik anak yang baik dalam keluarga karena orang tua adalah tempat pendidikan paling dasar untuk anak.

Nah, untuk tahu bagaimana cara mendidik anak di dalam keluarga dengan sukacita berikut ada ulasannya. Apa saja? Mari disimak!

  1. Menjadi Contoh dan Teladan

Orang tua harusnya menjadi dan memberikan contoh yang baik bagi anak. Hal ini karena anak cenderung akan meniru perilaku dan pola hidup orang di lingkungannya terutama dalam keluarga.

  1. Membangun Komunikasi yang Baik

Salah satu cara paling bagus dalam mendidik anak yang baik dalam keluarga membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.

Komunikasi yang hangat seperti mengobrol dengan akrab akan membuat anak merasa seperti dihargai oleh orang tua. Selain itu, komunikasi dapat menghindari hubungan yang kurang harmonis antara orang tua dan anak karena kurangnya berinteraksi.

  1. Memberi Perhatian

Memberikan perhatian pada anak sesuai dengan perkembangan tingkah laku dan sikap anak itu penting dalam parenting. Tapi, jangan memberi perhatian yang berlebihan karena hal itu dapat menghambat anak dapat tumbuh dalam kemandirian.

  1. Memberi Penghargaan

Jika anak bersikap baik, orang tua perlu memberi penghargaan baik verbal maupun non-verbal, seperti pujian. Hal ini akan membuat anak lebih mengerti jika berbuat baik akan disukai oleh banyak orang dan anak dapat menghindari perbuatan yang buruk.

  1. Memberi Hukuman

Jika anak berbuat sesuatu atau bersikap kurang baik, orang tua juga perlu memberi hukuman. Namun jangan berlebihan, berikan hukuman yang bisa membuat anak lebih berpikir untuk berbuat tidak baik lagi. Hal ini dapat membuat anak lebih memahami jika berbuat buruk tidak disukai oleh orang lain.

  1. Memberi Contoh Kebiasaan yang Baik

Baca Juga : Memahami dan Mendidik Anak 2 tahun berperilaku Yang Berkemauan Kuat

Seperti yang dikatakan di atas, memberi contoh yang baik adalah salah satu cara mendidik anak yang baik dalam keluarga. Memberi contoh kebiasaan yang baik, misalnya seperti bersikap rajin, hemat, sederhana, suka menolong dan perbuatan baik lainnya. Hal ini dapat mempengaruhi anak agar berusaha untuk bersikap dan berperilaku baik seperti orang tuanya.

 

Orang Tua Yang Mengerti Cara Mendidik Anak Sesuai Usia

Orang Tua Yang Mengerti Cara Mendidik Anak Sesuai Usia

Pasti bagi orang tua membesarkan anak adalah pekerjaan yang sulit. Mengarahkan, membentuk karakter anak sedari kecil adalah hal yang harus dilakukan orang tua dalam parenting. Selain itu, orang tua juga pasti ingin anaknya bahagia dan jauh dari kesulitan. Namun, untuk membuat anak bahagia tentunya orang tua juga harus bahagia dulu, bukan?

Nah, jika orang tua bahagia dalam mendidik anak, tentunya orang tua akan tahu bagaimana cara mendidik anak sesuai usia. Mendidik anak memang haruslah sesuai dengan usianya agar anak tetap menjadi anak yang berkarakter dan mandiri. Lalu bagaimana cara mendidik anak yang sesuai usia tapi tetap menjadi orang tua bahagia dan damai? Ulasannya sebagai berikut!

  1. Tanggung Jawab Utama Sebagai Orang Tua

Tanggung jawab sebagai orang tua yang paling pertama adalah mendidik sang anak agar menjadi anak yang bahagia dan berkarakter baik. Selain itu, orang tua juga bertanggung jawab untuk dapat menjaga hubungan dengan anak. Menjalin hubungan yang dekat dengan anak dapat membuat anak merasa lebih bahagia. Caranya pun ada beberapa dalam mendidik anak sesuai usia si anak yaitu seperti berdongeng sebelum tidur, dan mengobrol saat mempunyai waktu bersama.

  1. Berhenti Berteriak dan Membentak Anak

Membentak dan berteriak pada anak ternyata dapat menyebabkan trauma. Lalu, setelah itu orang tua juga akan merasa bersalah. Ada beberapa cara untuk mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan membentak anak, antara lain sebagai berikut:

  1. Komitmen pada diri sendiri

Membuat komitmen pada diri sendiri untuk tidak membentak dan berteriak pada anak bisa dengan berjanji dan men-sugesti diri jika akan lebih bahagia suasana rumah anda ketika anda tidak berteriak bisa menjadi salah satu caranya.

2 . Komitment Pada Keluarga

Berkomitmen dan berjanji pada keluarga untuk tidak lagi berteriak dan membentak saat berada di rumah dan saat bersama keluarga, dapat menjadi motivasi anda untuk bisa berhenti membentak anak.

3 .Berhenti Bicara

Saat anda merasa sudah kehilangan kontrol emosi kemarahan, segeralah berhenti bicara. Meskipun anda masih ingin bicara, sebaiknya anda tetap diam. Anda dapat sedikit meredam kemarahan dengan diam.

Baca Juga : Cinta dan Logika Orang Tua dalam hal mendidik anak remaja

Di atas adalah beberapa cara mendidik anak sesuai usia tapi orang tua tetap bahagia. Bagaimana? Mau mencoba?

Cinta dan Logika Orang Tua dalam hal mendidik anak remaja

Cinta dan Logika Orang Tua dalam hal mendidik anak remaja

Mendidik anak remaja, membutuhkan cinta dan pengertian agar mereka selalu diterima oleh orang tua.

Parenting sangat penting dipelajari oleh orang tua karena tidak hanya untuk mendidik anak saat usia dini namun juga untuk mendidik anak remaja. Terkadang memang cukup sulit dalam parenting ke anak remaja karena pada masa-masa itu, anak remaja cenderung sedang mencari jati dirinya. Nah, berikut adalah ulasan tentang cara mendidik anak yang beranjak dewasa!

  1. Menjadi Orang Tua yang Terbuka

Orang tua bisa menjadi sosok orang tua yang terbuka dan memberi saran dengan cara yang baik dan dewasa tanpa harus marah-marah. Contohnya ketika memberitahu efek berbahaya dari alkohol, narkoba, sex dan merokok. Membicarakan hal-hal yang seperti itu dapat  membuat anak lebih bisa menjaga dirinya.

  1. Tidak Mengekang Anak

Orang tua perlu memberi kebebasan untuk anak dalam mengambil keputusan. Jangan menjadi orang tua yang terlalu mengekang dan mengontrol segala hal yang dilakukan anak, karena hal itu justru dapat membuat anak menjadi pemberontak.

  1. Bebaskan Anak Berinteraksi Sosial

Cara mendidik anak remaja lainnya adalah membebaskan anak untuk bersosialisasi. Anak remaja cenderung suka mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Mereka jadi lebih senang main bersama temannya daripada untuk berdiam diri ke rumah. Jangan khawatir jika anak remaja anda seperti itu karena dengan bersosial anak menjadi mandiri, dapat mengambil keputusan saat terkena masalah dan dapat melatih tentang sikap kepemimpinan.

  1. Beri Tanggung Jawab dan Kepercayaan

Biarkan anak dalam mencoba sesuatu yang baru dan biarkan juga mereka mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Memberikan kepercayaan dan tanggung jawab dapat melatih mereka untuk lebih mandiri. Namun, meski begitu tetap beri aturan-aturan yang harsu dipatuhi olehnya.

  1. Hargai Minat, Bakat dan Pemikiran Anak 

Baca juga : Orang Tua Yang Mengerti Cara Mendidik Anak Sesuai Usia

Ada satu hal lagi dalam mendidik anak remaja yang harus diketahui orang tua, yaitu jika anak memiliki minat dan bakat dalam suatu hal coba untuk hargai. Jangan memaksakan kehendak orang tua. Terkadang jika orang tua merasa hal yang dikehendakinya benar dan tepat, anak malah justru merasa hal yang berbeda. Biasanya jika orang tua terlalu memaksa anak akan merasa tertekan atau mungkin akan melakukan hal buruk.

Hargai pendapat anak jika mereka sedang mengemukakan pendapat, hal ini dapat membuat anak lebih menghormati orang tua.

Memahami dan Mendidik Anak 2 tahun berperilaku Yang Berkemauan Kuat

Memahami dan Mendidik Anak 2 tahun berperilaku Yang Berkemauan Kuat

Memahami dan Mendidik Anak 2 tahun berperilaku Yang Berkemauan Kuat.

Kepribadian yang dimiliki setiap anak tentu berbeda, meskipun di usianya yang masih kecil. Anak-anak di usia antara 2 – 6 tahun biasanya menjadi anak yang keras kepala dan berkeinginan kuat. Sebagai orang tua tentunya harus memahami hal tersebut, terutama dalam mendidik anak 2 tahun yang memiliki kemauan kuat. Nah, berikut adalah ulasan tentang memahami perilaku anak yang berkemauan kuat!

  1. Kenali Faktor yang Menyebabkan Anak Menjadi Bekemauan Kuat

Ada beberapa faktor yang dapat membuat anak menjadi keras kepala dan berkeinginan kuat seperti meniru orang tua yang mungkin juga keras kepala, atau mungkin faktor dari lingkungan social.

  1. Alasan-Alasan Anak Menjadi Berkemauan Kuat

Anak menjadi berkemauan kuat memiliki beberapa alasan seperti anak menerima sedikit perhatian untuk sikap positifnya, anak kurang istirahat cukup, orang tua kurang konsisten dalam merespon permasalahan sikat, orang tua suka memaksa anak, dan beberapa hal lainnya.

  1. Kenali Ciri-Cirinya

Ada beberapa ciri-ciri awal menjadi berkemauan kuat yang harus orang tua ketahui, dan tentunya bisa menjadi pengetahuan parenting dalam yang penting untuk mendidik anak 2 tahun. Ciri-cirinya adalah seperti ingin melakukan segala hal sesuai kehendaknya, agresif, sering marah, dominan, argumentatif, keras kepala, menuntut perhatian terus menerus, percaya diri, temperamental, sangat sensitif dan masih banyak lainnya.

  1. Cara Menghadapi Anak Berkemauan Kuat

Anak berkemauan kuat biasanya belajar dari pengalaman, anak tidak hanya perlu diberi penjelasan dan contoh namun anak juga harus mendapat pengalaman sendiri, contohnya ketika anak bermain di tempat tinggi, orang tua tidak hanya perlu menjelaskan jika itu berbahaya namun ketika anak terjatuh barulah ia tahu jika hal itu berbahaya. Cara lainnya adalah memberi contoh, tidak cukup hanya memberi perintah dan menjelaskan, orang tua juga harus menjadi model untuk anaknya. Kemudian cara selanjutnya adalah memberi hukuman, jika anak sudah benar-benar sudah keras kepala, orang tua bisa memberi sedikit hukuman. Namun, berikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, jangan terlalu berlebihan.

Baca Juga : Menemukan 9 Kepribadian Parenting Anda, Apa Saja Jenisnya?

Nah, itulah beberapa hal tentang mengenali anak yang memiliki sifat berkemauan kuat. Mengenali hal-hal tersebut tentu saja penting bagi orang tua dalam mendidik anak 2 tahun karena pada masa inilah biasanya anak-anak akan menjadi sangat keras kepala.

Menemukan 9 Kepribadian Parenting Anda, Apa Saja Jenisnya?

Menemukan 9 Kepribadian Parenting Anda, Apa Saja Jenisnya?

Mendidik anak usia dini dengan cara belajar parenting dengan benar serta pengertian dari parenting.

Parenting merupakan ilmu tentang mengasuh, membimbing dan mendidik dengan benar Parenting penting untuk membantu membentuk anak menjadi anak yang berkarakter. Mempelajari parenting sebaiknya dilakukan sejak dini, terutama jika ingin membentuk karakter anak dari usia dini. Mendidik anak usia dini penting juga karena pada usia 0-5 tahun adalah masa golden age untuk anak.

Namun, tentunya orang tua memiliki kepribadian masing-masing dalam mendidik anaknya. Ada kiat –kiat untuk menjadi orang tua idaman dengan mengetahui dan mengenali 9 tipe kepribadian orang tua dalam parenting. Berikut adalah ulasannya!

  1. Gaya parenting dalam mendidik anak usia dini penting untuk diketahui. Apakah anda orang tua yang memiliki gaya mendidik anak yang berkaitan dengan interaksi, gaya intuitif atau gaya parenting intelektual.
  2. Apakah anda tipe orang tua yang berkomunikasi segala sesuatu dengan jujur, senang menyampaikan segala sesuatu dengan cara paling baik dan memungkinkan atau yang berkomunikasi secara konseptual dan intelektual.
  3. Jika anda dalam masalah tindakan yang akan anda lakukan apakah akan membimbing mereka sebagai aktivitas mental, melihat pikiran anak yang terbuka untuk kemungkinan baru, atau anda menilai mereka sebagai manusia, dan atau anda mencoba untuk mengarahkan mereka ke suatu arah.
  4. Ketikan terjadi bentrokan antara anda dan anak, di sini apa anda menjadi emosional, atau tipe yang abstrak serta telalu teoritis, atau mungkin anda tipe yang keras kepala dan tidak mau kalah.
  5. Ketika anak dalam kesulitan apakah anda akan menjadi orang tua yang rasional dan tidak mudah terpancing emosi, atau menjadi orang tua yang mengajak bicara berdua, dan atau anda membiarkan anak anda tahu jika anda peduli padanya.
  6. Jika anak anda memilih merayakan ulang tahun bersama teman, padahal anda sudah mempersiapkan cara bersama, anda akan bersikap seperti tidak percaya dan tidak menerimanya, atau menjadi orang tua senang mengetahuinya, atau mungkin anda akan marah dan sedih setelah mengetahuinya.
  7. Saat anda bermimpi untuk menjadi orang tua idaman, apa yang memotivasi anda apakah perasaan kuat tentang anda dan anak, firasat dan insting, atau pengetahuan yang didapat dari parenting.
  8. Saat anda ingin berkontribusi untuk sekolah anak anda dengan mengikuti PTA alasannya adalah ide saya terbukti baik, track recordnya yang baik, atau berpikir jika ini yang terbaik untuk sekarang.
  9. Ketika mendidik anak usia dini, respon anda ketika anak menulis tentang anda orang tua terbaik, seperti apakah anda merasa itu hebat, memuaskan atau anda berpikir jika memang anda orang tua yang baik.

Baca Juga : Memahami dan Mendidik Anak 2 tahun berperilaku Yang Berkemauan Kuat

error: Content is protected !!